Anjuran dan Larangan Saat Anda Melayat

Anjuran dan Larangan Saat Anda MelayatPraktik pemakaman di berbagai negara bisa berbeda. Mengikuti tradisi dan kebudayaan, serta keyakinan dan nilai yang dianut masyarakat lokalnya. Pun demikian soal etiket, tak jauh berbeda.

Saat melayat, ada beberapa hal yang sebaiknya anda lakukan dan tidak. Mengetahui hal ini penting agar tak timbul miskomunikasi atau penyesalan di kemudian hari.

Anjuran dan Larangan Saat Anda Melayat

Anjuran dan Larangan Saat Anda Melayat
Anjuran dan Larangan Saat Anda Melayat


  • Waktu tepat untuk melayat


Jika jarak tak memungkinkan Anda untuk datang, Anda bisa mengirimkan karangan bunga. Besar kecil bukan ukuran. Yang penting niat serta perhatian.

Jika waktu membuat Anda tak bisa segera melayat juga tak mengapa. Berkunjunglah hari berikutnya. Pilih waktu yang sekiranya tak mengganggu keluarga yang berduka. Tidak terlalu pagi atau malam.

  • Pakaian layak



Mental Floss mengutip direktur pemakaman Amy Cunningham memberi beberapa tip. Salah satunya tentang pakaian saat melayat.

Kita disarankan memilih pakaian yang sederhana dan sopan. "Anda datang melayat untuk mendengar dan mengambil pelajaran, bukan bergaya di bawah lampu sorot," kata Cunningham.

Beda budaya dan negara, beda pula kebiasaan. Namun pakaian berwarna hitam, biru tua, atau putih masuk kategori aman untuk dikenakan saat melayat.

Pastikan penampilan Anda tak mengundang perhatian, bersih, dan rapi.

Menurut Mien Uno, jika berbelasungkawa mendadak, pilihan busana dapat dimaklumi. Jika mengenakan banyak perhiasan, lepaslah. Karena Anda sebaiknya tampil sederhana saat melayat, pun di pemakaman.

  • Saat melayat


Ucapkan belasungkawa pada pasangan hidup yang ditinggalkan. Setelah itu anak-anak mereka yang sudah mengerti, lalu orang tua yang meninggal atau keluarga dekat lain yang Anda kenal.

Perhatikan tempat duduk. Pastikan Anda tidak duduk di area keluarga. Sesaat setelah memilih tempat duduk, sebaiknya Anda duduk diam mengikuti sembahyangan sampai selesai. Sedapat mungkin, tahan emosi. Jika tak kuat, Anda bisa permisi ke toilet dan menangis di sana.

Kata Cunningham, tak ada kata-kata yang tepat untuk melukiskan betapa sedihnya kehilangan orang yang dicintai. Karena itu, hati-hati memilih kata. "Bersikaplah normal, peluk keluarga yang berduka, tak perlu mengucap apa-apa, peluk mereka lagi," jelasnya.

Kata Cunningham, Anda bisa memberi tisu atau membawakan air jika Anda lihat keluarga yang berduka berada dalam situasi kagok.

Ada pemakaman yang memberi kesempatan kerabat dan sahabat mempersembahkan eulogi. Jika ada yang lucu dari cerita mereka, tertawa tidak dilarang. Namun tetap jaga sikap agar tak berlebihan.

Anda dapat menyumbang uang jika sekiranya dibutuhkan keluarga. Tidak pun tak mengapa.

  • Sebaiknya tidak dilakukan


Selama melayat atau di pemakaman, jangan asyik dengan ponsel. Simpan ponsel, jangan lupa pasang moda telepon tanpa dering.

Jangan pula mengunggah foto pemakaman atau status tentangnya di media sosial. Kecuali, Anda adalah anggota keluarga. Jika Anda ingin berfoto bersama teman atau kerabat yang datang, lakukanlah jauh dari area duka.

Tak perlu ragu datang jika yang meninggal berbeda iman dan keyakinan dengan kita. Cunningham menyarankan, Anda tak perlu ikut ritualnya. Berdiri atau duduk saja dan dengarkan.

Related Posts: